Temuan Logam Tertua di Gua Harimau, Tanda Awal Kebangkitan Zaman Logam di Indonesia

oleh -949 Dilihat

Batu raja  – Gua Harimau di Sumatera Selatan menjadi saksi sejarah yang membawa Indonesia memasuki era logam.

Harry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Penemuan artefak logam di situs Gua Harimau, Sumatera Selatan, menjadi bukti kuat bahwa Pulau Sumatra memegang peran penting dalam kebangkitan zaman logam di Nusantara.

Artefak-artefak ini diperkirakan berasal dari abad ke-4 Sebelum Masehi hingga abad ke-1 Masehi, menjadikannya sebagai artefak logam tertua di Indonesia.

Jadi, temuan ini bukan penemuan arkeologis biasa, melainkan simbol perubahan besar dalam kehidupan masyarakat purba. Pada masa ini, teknologi logam mulai dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gua Harimau menjadi saksi sejarah yang membawa Indonesia memasuki era logam.

Perunggu di Gua Harimau

Gua Harimau adalah salah satu situs prasejarah di kawasan karst Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga :  DPRD OKU Gelar Rapat Paripurna Bahas Pertanggungjawaban APBD 2021

Hasil penggalian arkeologi yang saya lakukan bersama tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang melebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) selama kurang lebih tujuh tahun sejak 2008 hingga 2015, menunjukkan bahwa gua ini telah dihuni sejak 22 ribu tahun lalu.

Penelitian kami menemukan artefak batu dan sisa-sisa fauna yang menandai masa Palaeolitik dan Pra-Neolitik.

Lalu, ketika zaman beralih ke periode Neolitik dan Palaeometalik, penemuan peninggalan sejarah lainnya seperti tembikar, alat-alat tulang, dan sisa-sisa pembakaran menambah petunjuk aktivitas manusia di sana.

Pada lapisan Palaeometalik, ditemukan perubahan besar: 12 artefak logam, yang terdiri dari 8 artefak perunggu dan 4 artefak besi. Temuan ini mengindikasikan awal kebangkitan zaman logam di wilayah tersebut.

Salah satu temuan yang paling menarik adalah kapak bersoket dari perunggu. Kapak ini ditemukan sebagai bekal kubur dalam beberapa pemakaman di Gua Harimau. Bekal kubur adalah benda-benda yang ditempatkan bersama jenazah, yang dipercaya memiliki makna simbolis atau religius dalam kehidupan setelah kematian-mirip dengan tradisi memberikan barang-barang berharga pada orang yang dikasihi

Baca Juga :  Ini Program Unggulan Pasangan Teddy-Marjito untuk Masyarakat OKU

Kami menemukan tiga buah kapak bersoket dengan ukuran sekitar 5 cm bersamaan dengan tiga buah gelang perunggu dan dua benda berbahan perunggu lainnya yang tidak teridentifikasi.

Untuk menentukan usia artefak perunggu ini, kami menggunakan metode penanggalan karbon C14-teknik yang digunakan untuk menentukan usia benda organik berdasarkan pengukuran isotop radioaktif karbon-14 (C-14) yang tersisa.

Ketika makhluk masih hidup, mereka menyerap karbon-14 dari lingkungan, tetapi setelah mati, karbon-14 dalam tubuh mulai meluruh secara bertahap menjadi nitrogen-14 dengan waktu paruh sekitar 5.730 tahun. Dengan membandingkan jumlah karbon-14 yang tersisa dengan isotop stabil karbon-12, kami dapat menghitung kapan makhluk tersebut mati. Metode ini efektif untuk menanggal benda yang berusia hingga sekitar 50.000 tahun

Baca Juga :  Sering Banjir di RS Sriwijaya Ini Solusi dari Naproni

Kami menguji sebanyak 12 sampel tulang-tulang manusia di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional, Indonesia. Adapun 6 sampel di antaranya merupakan tulang-tulang yang bersentuhan dengan artefak logam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda-benda ini berasal dari periode antara abad ke-4 Sebelum Masehi hingga abad ke-1 Masehi.

Temuan tertua berasal dari pemakaman sekitar abad ke-4 SM, di mana ditemukan sebuah gelang perunggu bersentuhan dengan tulang tangan manusia. Ini mengindikasikan bahwa teknologi logam sudah dikenal masyarakat setempat sejak saat itu.

Kebangkitan zaman logam di Indonesia

Ihwal bagaimana budaya logam berkembang di Indonesia, dari mana asalnya, dan bagaimana teknologi ini diperkenalkan masih menjadi misteri besar dalam dunia arkeologi.

Namun, penemuan-penemuan di Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah lainnya membuktikan bahwa penggunaan logam di Indonesia dimulai pada masa yang cukup awal dan tersebar meluas ke penjuru Nusantara.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.