Menjelajahi LiDAR: Prinsip Kerja, Manfaat, dan Unsur Kunci Teknologinya

oleh -159 Dilihat
oleh


Baturaja.com

Light Detection and Ranging
Atau LiDAR merupakan teknologi yang menggunakan refleksi cahaya laser untuk menentukan jarak antara sebuah objek dan permukaan bumi dengan presisi tinggi. Inovasi ini diperkenalkan pertama kali pada dekade ’60 sebagai dukungan bagi industri penerbangan, tetapi baru menjadi tren utama dalam penginderaan jarak jauh serta pembuatan peta sejak periode ’80 sampai saat ini.

Menurut
International Business Machines Corporation
(Teknologi IBM), saat ini LiDAR sudah diterapkan secara ekstensif dalam banyak sektor bisnis dikarenakan kapabilitasnya yang bervariasi. Antara lain mencakup:


1. Pertanian

Sensor LiDAR bisa dipakai untuk mengukur topografi pertanian, menaksir massa biomasa tumbuhan, serta mendeteksi karakteristik tanah melalui petaan perbedaan kedalaman, gradien, tingkat lembaban, dan orientasi. Teknologi ini pun dimanfaatkan dalam pengendalian otomatis kendaraan petani. Beberapa contoh perangkat yang menggunakan teknologi tersebut antara lain adalah DJI Drone LiDAR dan NiVO V5 LiDAR.


2, Penerbangan

LiDAR bisa dipakai untuk mengukur kecepatan angin dengan presisi tinggi, serta digunakan di bandara untuk memantau gerakan pesawat udara dan potongan objek asing (FOD).


3. Otomotif

Sistem Advanced Driver Assistance (ADAS) serta kendaraan otomatis semacam mobil otonomi menggunakan informasi dari peta berbasis LiDAR 3D untuk mengenali dan menjelajahi rute-rute yang biasa dipakai oleh konsumen dan area sekitarnya.

Baca Juga :  5 Fakta Menarik tentang Kura-Kura Tokek: Reptil Endemik Asia yang Semakin Langka


Bagaimana Cara Kerja LiDAR

Melansir
digiwarestore.com
, konsep dasar operasional LiDAR sebenarnya sangat mudah dipahami. Prinsipnya adalah teknologi ini menentukan jarak sebuah benda dengan cara melepaskan gelombang laser dari perangkat pengirim menuju permukaan obyek tertuju, kemudian mencatat durasi yang diperlukan cahaya itu untuk berbalik dan tiba di detektor penerima.
receptor
Waktu yang dibutuhkan itu dipakai untuk mengukur jarak dengan akurat.

Sementara itu, menurut
metrolinx.com
, beberapa jenis LiDAR yang compact dan portable dapat digunakan di tempat-tempat sempit seperti gorong-gorong atau terowongan bawah tanah. Alat-alat tersebut mampu menciptakan representasi tiga dimensi dari lingkungan sekitar termasuk dinding, atap, serta struktur sub-surface seperti pipa limbah, drainase air hujan, ataupun jalur utility lainnya. Ini menjadikannya alat yang efektif untuk menghimpun informasi penting bagi beragam program perancangan konstruksi.

Pada penerapan survei udara yang memakai drone, teknologi LiDAR umumnya disertakan bersamaan dengan
laser scanner,
GPS (G
lobal Positioning System
), dan INS (
Inertial Navigation System
Tiga elemen ini berkolaborasi untuk menciptakan gambar hasil proses pencitraan tersebut.
scanning
).

Baca Juga :  Inilah Alasan Mengapa Microsoft Melarang Karyawan Gunakan DeepSeek AI

Sebelum memulai pengumpulan data, langkah pertama adalah menetapkan rute penerbangan untuk drone. Kemudian, pemindaian dengan menggunakan laser dilaksanakan secara periodik sesuai dengan rute yang telah ditentukan. Posisi setiap titik data dicatat melalui sistem GPS, sedangkan orientasi dijelaskan oleh INS. Proses ini berlanjut tanpa henti sepanjang rute terbang sampai keseluruhan wilayah yang direncanakan berhasil diperiksa.


Komponen LiDAR

Melansir
georama.co.id
Berikut ini jenis-jenis komponen yang terdapat pada perangkat LiDAR:


1. GPS (
Global Positioning System
)

GPS merupakan elemen kunci dalam menetapkan koordinat di ruang tiga dimensi (yaitu X, Y, dan Z) yang signifikan untuk meningkatkan kepresisian gerakan pesawat terbang tersebut. Pemetaan posisi ini mencakup pengamatan benda tetap atau berpindah, serta dapat memberikan hasil yang sangat tepat yaitu sekitar 2 sampai 5 sentimeter. Informasi letak dari GPS selanjutnya disandingkan dengan informasi dari IMU (Instrumen Pengukur Inersia).
Inertial Measurement Unit
) untuk menciptakan koordinat yang memiliki definisi geografis dengan akurasi tinggi.


2. INS (
Intertial Navigation System
)

SISTEM INS adalah teknologi navigasi yang bisa menangkap pergantian lokasi geografis, peningkatan atau pengurangan kecepatan, serta pergeseran posisi orientasi sebuah objek. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk mencatat setiap variasi dalam sudut orientasi kendaraan relatif terhadaparah utama, ukuran gerak putaran kendaraan berdasarkan poros horisontalnya, percepatan pada kendaraan tersebut, sampai dengan tingkat suhu dan tekanan atmosfer disekitar wadah yang diterapkannya.

Baca Juga :  Momentum Menguatkan Iman dan Takwa, Masjid NUR MUSLIMIN talang jawa Gelar Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.


3. Sensor laser

Sensor laser adalah komponen vital dalam sistem LiDAR. Cahaya laser digunakan untuk memancarkan sinyal ke objek dan kemudian mencatat balik gelombang yang dipantulkannya setelah menyentuh objek tersebut.


4. Sistem pemindai optik

Sistem scanner pada LiDAR menerapkan berbagai teknik sesuai dengan permintaan penelitian. Teknik-teknik tersebut meliputi:
sudut azimut dan elevasi, cermin bergoyang berbentuk bidang dual, pemindai beralih dua sumbu,
serta
polygonal mirrors.
Jenis peralatan optik dalam sistem ini digunakan untuk mengatur tingkat resolusi serta area yang nantinya akan di-scan oleh sistem LiDAR.

Sistem sensor LiDAR sungguh berguna bagi perkembangan teknologi di berbagai aspek sehari-hari. Di masa mendatang, diharapkan teknologi LiDAR terus mengalami kemajuan.

(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.