Inilah 5 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Tidak Sukai Film Horor

oleh -160 Dilihat
oleh

Tidak setiap orang suka menonton film horor, dan hal ini sangat normal. Bisa jadi seorang teman mengajakmu untuk menyaksikan bersama sebuah film seram, tetapi bahkan dengan hanya melihat trailer-nya saja sudah membuatmu ingin lari.

Kau tidak sendirian, lho. Ada banyak orang yang juga merasa tidak nyaman hingga mengalami kecemasan berlebihan setelah menonton film horror. Di sisi lain, terdapat pula individu yang justru menjadi candu dengan perasaan tegang dan ketakutan itu. Mengapa reaksi mereka sangat bervariasi?

Perasaan ketakutan, rasa mengerikan, atau cemas yang Anda alami saat menonton film horror sebenarnya memiliki penjelasan sainsnya sendiri. Beberapa faktor seperti otak, pengalaman masa lalu, serta sensitivitas emosional berperan besar dalam hal ini. Di bawah ini adalah kelima alasannya dari sudut pandang ilmu pengetahuan mengenai alasan mengapa Anda tidak menyukai film horor, namun semua itu sah-saja untuk dirasakan!

1. Bagian amygdalamu berfungsi lebih aktif dibandingkan dengan orang lain.

Amygdala
Bagian otak yang berfungsi untuk mengevaluasi respon adalah
“fight or flight”,
alias proses tubuh ketika menghadapi kondisi seram atau berbahaya. Menurut Kelley Hopkins-Alvarez, seorang konselor profesional, ada individu yang memiliki
amygdala
Yang umumnya lebih aktif adalah disebabkan oleh latar belakang masa kecil berisi banyak trauma. Hal ini dapat mencakup kurang adanya hubungan emosional dengan orang tua, kekerasan, kesulitan ekonomi, atau peristiwa mengejutkan dan mengganggu lainnya.

Baca Juga :  Teknologi Hybrid Mengambil Alasannya: Inilah Model Moto Paling Canggih!

Jika Anda termasuk seseorang yang memiliki
amygdala
Aktif, tidak mengherankan jika film horror malah membuat Anda merasa cemas atau tak nyaman. Ini bukan disebabkan oleh ketidaksukaan pada tantangan, melainkan karena otak Anda dengan alaminya memberikan respons yang lebih intens terhadap sesuatu yang mengerikan.

2. Gak semua orang punya toleransi tinggi terhadap rasa takut

Tiap individu memiliki ambang batas unik mereka sendiri mengenai perasaan takut atau khawatir. Beberapa orang malahan menemukan kesenangan dalam menyaksikan film horor dan tertawa lepas karena mampu membedakan antara realitas dengan imajinasi. Sementara di sisi lain, ada pula beberapa orang yang hanya akan merasa gugup dan resah walaupun mereka sadar bahwa itu hanyalah sebuah pertunjukkan layar lebar.

Hopkins-Alvarez pernah menceritakan tentang seorang klientnya yang merasa terlindungi berkat rutinitas menonton film horor bersama sang ibu semenjak masih kecil. Bagi orang tersebut, momen-momen seperti ini membuat dirinya merasa damai serta menyadari bahwa film-film horor tidak benar-benar nyata. Jadi, jika Anda belum pernah mengalaminya, sangat normal saja bila Anda cenderung lebih ketakutan atau merasa tidak nyaman saat menonton genre horor.

3. Tubuh Anda dapat memproduksi terlalu banyak adrenalin.

Ketika menonton film horror, produksi adrenalin dalam tubuh dapat meningkat secara alami. Hal ini mungkin menjadi suatu keseruan tersendiri untuk beberapa orang, di mana detak jantung mereka mempercepat, pernapasan juga ikut memburu, serta merasa seperti sedang naik roller coaster.
roller coaster.
Namun bagi Anda yang tidak menyukainya, rangsangan adrenalin ini justru dapat mengundang serangan kecemasan, hingga mungkin mencapai tingkat panic attack. Alih-alih mendapatkan kesenangan, Anda berpotensi merasakan ketidaknyamanan, traumatisasi, atau sulit tidur pasca pengalaman tersebut.

Baca Juga :  Atensi Tegas, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo Perintahkan Patroli Khusus Tekan Aksi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas

4. Teori excitement-transfer dapat memperburuk kecemasan.

Teori
excitation-transfer
Menjabarkan bahwa perasaan dapat “tertumpuk” dan berpindah ke konteks lain yang tidak secara langsung bersinggungan. Oleh karena itu, jika Anda menonton film horror dan mengalamai rasa takut ekstrem, kemungkinan besar rasa takut tersebut akan tetap melekat dalam pikiran Anda dan timbul pada situasi lain seperti mudah terkejut, cemas saat mendengar bunyi ganjil, atau bahkan memiliki mimpi buruk.

Orang dengan
amygdala
Yang aktif sering merasakan hal tersebut. Mereka tidak hanya khawatir saat menonton filmnya saja, tetapi juga selepas acara pemutaran. Sehingga perasaan takut itu “mengikuti” ke dalam kehidupan sehari-hari dan membuat Anda menjadi lebih waspada atau cemas tanpa ada alasannya yang spesifik.

5. Anda mungkin merupakan seorang dengan kepekaan tinggi (HSP).

Highly sensitive person
Atau seseorang dengan HSP memiliki sistem saraf yang lebih sensitif terhadap stimulasi eksternal. Ini tidak hanya berkaitan dengan kebisingan keras atau sinar terang, tetapi juga emosi dan perasaan orang di sekitarnya. Film horor, dengan tampilannya yang kuat, bunyi yang menusuk telinga, serta atmosfernya yang mengintimidasi, dapat dirasakan sangat menyeramkan oleh mereka dengan HSP daripada individu pada umumnya.

Baca Juga :  Spesifikasi Resmi Ponsel Honor 400 Series Siap Diluncurkan di London

Jika Anda adalah seorang HSP, tidak hanya film horor saja yang dapat membuat Anda merasa tak nyaman, tetapi juga kebisingan, perselisihan, atau bahkan berita menyedihkan di televisi bisa mengganggu Anda.
overwhelmed.
Jadi bukannya soal keberanianmu atau tidak, tetapi karena kamu mengalaminya dengan cara yang lebih mendalam dan kuat.

Tidak menyukai film horror tidak selalu menandakan bahwa Anda lemah, penakut, atau kurang seru. Sebenarnya, terdapat beberapa alasannya dari sisi ilmu yang bisa menggambarkan mengapa Anda merasa tak nyaman dengan tontonan bertema kekerasan dan darah tersebut.
jumpscare,
Dan atmosfer yang menenangkan. Mulai dari pemikiran, kenangan masa kecil, sampai sensitivitas emosi, semua memiliki perannya masing-masing.

Mulai saat ini, tidak perlu merasa canggung atau “berbeda” jika Anda tak dapat menikmati film horor. Anda tidak sendirian dalam hal ini, dan ada juga yang memiliki kecenderungan serupa. Alih-alih memaksakan diri untuk menyukainya, pilihlah jenis tontonan yang membuat Anda rileks dan senang. Hiburan semestinya memberikan kesenangan daripada tekanan. Apakah Anda pernah mengalami ketidaknyamanan setelah menonton film bergenre horor?

No More Posts Available.

No more pages to load.