Dinas Perhubungan OKU dalam mengelola fasilitas penerangan jalan umum.

oleh -312 Dilihat

Sumatera Selatan – Baturaja. Com, Slogan “OKU Terang” yang digadang-gadangkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU, Agus Salim, S.Sos., M.M., kini mulai mendapatkan sorotan tajam dari warga Baturaja. Pasalnya, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dari komitmen tersebut.

Beberapa warga menyampaikan keluhannya pada Selasa malam Rabu, (09/12/2025) terkait kondisi jalan lintas Sumatera dalam Kota Baturaja yang semakin gelap dan dinilai membahayakan masyarakat, terutama pada malam hari.Doddy, warga Sukajadi, menjadi salah satu yang menyampaikan keresahannya atas kondisi penerangan jalan yang memprihatinkan.

Menurut Doddy, ruas jalan dari RS Antonio hingga lampu merah Air Paoh dan Simpang 3 Polres OKU Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat tampak gelap gulita ketika malam. Kondisi itu sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

“Silakan dicek langsung di lapangan. Jalan itu gelap total, rawan tindak kriminal dan sangat membahayakan pengguna jalan,” keluh Doddy.

Ia menilai bahwa seharusnya jalan lintas utama harus menjadi prioritas dalam penyediaan penerangan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Doddy juga membandingkan kondisi Kota Baturaja dengan kabupaten tetangga seperti OKU Timur dan OKU Selatan yang kotanya terang benderang di malam hari.

Baca Juga :  Apakah Wanita Memang Lebih Cerdas dalam Mengambil Keputusan daripada Pria?

“Malu kita dengan daerah tetangga. Kota mereka terang, sedangkan di Baturaja banyak lampu jalan mati. Padahal tiangnya ada, tapi lampunya tidak berfungsi, apalagi Kabupaten OKU merupakan Kabupaten yang umurnya lebih tua,” tambahnya.

Doddy menegaskan bahwa lampu jalan bukanlah sekadar hiasan, melainkan fasilitas umum yang memberikan rasa aman bagi warga.

Kritik serupa juga disampaikan Ilham , warga Sepancar, yang mengeluhkan kondisi jalan seperti di dari Sepancar ke Kemelak, Kemiling menuju Kantor Dinas Pendidikan OKU yang juga gelap.

“Mohon diperhatikan juga kedua jalan tersebut dan jalan lainnya. Hampir sepanjang jalur sepancar ke Kemelak banyak lampu yang mati dan dari lampu merah pancur menuju Diknas OKU gelap. Pengguna jalan sangat terganggu,” tegas Ilham.

Ilham mempertanyakan apa yang sebenarnya dilakukan oleh Dinas Perhubungan OKU dalam mengelola fasilitas penerangan jalan umum.

“Kita ingin melihat kerja nyata Dishub. Jangan hanya slogan, tapi penerangan jalan di lapangan ternyata banyak yang mati,” ucapnya.

Warga juga menyoroti kawasan dari Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur, hingga Batu Kuning, Kelurahan Baturaja Barat, yang disebut-sebut penuh dengan lampu jalan mati.

Baca Juga :  Ikuti Gossip Ini: Google Kritik Rencana Redesain iPhone 17

“Dari Sepancar sampai Batu Kuning, tolong dicek. Banyak sekali lampu mati. Ini jalur padat kendaraan, kok bisa dibiarkan gelap seperti itu?” ujar salah satu warga lainnya.

Warga menilai kondisi gelap di jalur lintas tersebut sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari.

Tak hanya rawan kecelakaan, kondisi gelap gulita juga memancing berbagai aksi kriminalitas di titik-titik tertentu.

Menurut warga, semestinya Dishub OKU melakukan pemeliharaan rutin agar fasilitas penerangan tidak terus menerus mengalami kerusakan.

Mereka juga menilai Dishub OKU terkesan kurang tanggap terhadap berbagai keluhan masyarakat yang sudah lama disuarakan.

“Kalau mengusung slogan ‘OKU Terang’ ya harus buktikan. Jangan setengah hati. Fasilitas umum seperti lampu jalan adalah kebutuhan masyarakat,” tegas warga.

Masyarakat berharap dinas terkait tidak hanya melakukan pemasangan tiang lampu, namun memastikan bahwa semua lampu tersebut menyala dengan baik.

Karena menurut mereka, banyak tiang lampu yang berdiri megah tetapi lampunya mati total sehingga tidak memberikan manfaat apapun.

Baca Juga :  5 Hewan Berkulit Pelindung Terhebat di Dunia: Siapa yang Tak Bisa Ditembus?

Warga juga meminta DPRD OKU agar turun tangan mendengar langsung keluhan masyarakat mengenai penerangan jalan ini.

“Kami minta DPRD OKU menegur Dishub. Masalah ini sudah berlangsung lama dan tidak ada perubahan signifikan,” ungkap beberapa warga secara bersamaan.

Mereka berharap ada evaluasi serius dari pihak legislatif maupun eksekutif untuk memperbaiki kondisi penerangan jalan di seluruh wilayah Baturaja.

Menurut warga, slogan “OKU Terang” tidak boleh hanya menjadi janji manis tanpa realisasi nyata di lapangan.

Mereka menegaskan bahwa apa yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar pencitraan, melainkan aksi konkret untuk memperbaiki sarana penerangan.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap agar Dishub OKU segera mengambil langkah cepat dan tidak menunggu jatuhnya korban akibat kondisi kota yang gelap.

Bagi warga, penerangan jalan bukan sesuatu yang bisa dinomorduakan, sebab menyangkut keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat.

Mereka pun kembali mengingatkan bahwa jika slogan “OKU Terang” ingin diwujudkan, maka pekerjaan Dishub harus dilakukan secara maksimal dan tidak tanggung-tanggung. ( hr )

No More Posts Available.

No more pages to load.