Kura-kura tentu saja merupakan salah satu ragam reptil paling populer. Reptil dengan cangkang keras itu cukup familiar, tersebar luas, dan kerap dipelihara sebagai binatang kesayangan. Meskipun demikian, masih sedikit masyarakat yang mengetahui bahwa variasi spesies kura-kura sungguh beragam. Bahkan, ada juga spesies kura-kura yang kurang dikenal yaitu
Heosemys annandalii
atau kura-kura tokong.
Kura-kura tokong adalah spesies asli dari benua Asia. Tambahan ke situasi tersebut, jumlah populasi mereka semakin berkurang dan ditempatkan dalam daftar satwa yang terancam punah. Mereka memiliki umur yang sangat lama, dengan kemampuan bertahan hidup mencapai puluhan tahun. Di samping itu, ada banyak fakta menarik tentang kura-kura ini yang bakal kita ulas lebih jauh nanti!
1. Warna tubuhnya hitam pekat dengan ukuran sekitar 50 sentimeter

Bila kita membicarakannya tentang ukuran, kura-kura ini termasuk dalam golongan berdimensi sedang dengan panjang seputar 51 sentimeter. Cangkangnya cenderung rata tanpa penampilan yang membulat, memiliki tungkai yang pendek, serta ekor singkat, ditambah lagi dengan kukunya yang tajam. Bagian tubuh lainnya seperti kepala, leher, dan tungkainya pun didominasi oleh corak warna gelap dengan campuran dari strip atau polkadot kuning-hijau pada bagian-bagian itu. Kombinasi warnanya cukup baik sebagai metode penyamaran alami, terutama saat diletakan di habitat-nya; yaitu hutan, padang rumput, air tawar, ataupun daerah rawa-rawa.
2. Kura-kura air ini merupakan spesies yang unik di Asia.

Dilansir
The Reptile Database,
Kura-kura tokong adalah satwa liar endemic dari wilayah Asia Tenggara. Spesifiknya, binatang ini dapat ditemukan secara eksklusif di negara-negara seperti Malaysia, Kamboja, Thailand, Laos, serta Vietnam. Tambahan pula, jenis kura-kura ini termasuk dalam golongan kura-kura air tawar. Oleh karena itu, habitat ideal bagi mereka terdapat di lingkungan basah dengan penutupan baik contohnya Sungai, Danau, Rawa-rawa, Kolam ikan, Genangan-air pasca-hujan, Daerah berlumpur, Area persawahan, atau Hutan tropis.
Namun, jelas bahwa hewan-hewan tersebut tidak selalu tinggal di perairan. Kadang-kadang, kura-kura tokong juga dapat mendaki ke daratan, terutama ketika mereka ingin berkembang biak, menetaskan telur, berjemur, atau pindah lokasi. Menariknya, gerakan mereka di darat cenderung lambat. Oleh karena itu, saat bergerak di atas tanah, reptile ini sangat rawan serangan dari pemangsa seperti singa gunung, harimau, buaya, serta elang. Apabila menghadapi bahaya, kura-kura tokong biasanya akan menyimpan diri ke dalam kerutan sisiknya sebagai bentuk perlindungan.
3. Umurnya dapat menggapai 35 tahun.

Meskipun termasuk dalam kelompok hewan reptil, ternyata kura-kura penyu memiliki umur yang sangat lanjut, loh. Dalam konteks ini, situs
Thai National Parks
Menjabarkan bahwa kura-kura tokong mampu bertahan hidup hingga umur 35 tahun ketika dipelihara. Namun, batas usia tertinggi mereka dalam habitat asli masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, tingkat kelangsungan hidup spesies ini di alam bebas cenderung tidak melebihi durasi umurnya saat ditempatkan di lingkungan penangkaran. Ini disebabkan oleh kerentanan individu kura-kura tokong di alam lepas terhadap sejumlah bahaya termasuk serangan penyakit, hadirnya pemangsa, pencemaran lingkungan, serta sampah manusia.
4. Termasuk dalam kategori hampir punah

Data dari
IUCN Red List
menginformasikan bahwa kura-kura tokong adalah spesies yang terancam punah dan termasuk dalam kelompok hewan ini
critically endangered
Atau bahkan sangat terancam. Pada saat ini, jumlahnya semakin berkurang dan pakar pun belum mengenal dengan jelas seberapa banyak dari spesies ini masih hidup di alam bebas. Bisa jadi penyebabnya adalah habitat si kura-kura penipu yang sulit ditemukan serta kemampuannya dalam menyembunyikan diri yang luar biasa.
Pada saat ini, jumlah kura-kura tokong menghadapi ancaman serius dari berbagai faktor termasuk degradasi lingkungan hidup, intervensi manusia, proses industrialisasi, serta pemburuan ilegal dan pergeseran pola cuaca akibat pemanasan global. Namun demikian, ada harapan melalui program-program pemeliharaan spesies semacam pengembang biakan dalam ruangan yang sedang dikerjakan dengan intensif, terutama di negara Kamboja sebagai wilayah pelindung utama untuk makhluk tersebut. Sebab mereka adalah jenis langka dan rawan punah, Anda tidak dibenarkan memburu, merampas, ataupun menjual kura-kura ini.
5. Makanannya terutama berupa bahan dari tanaman.

Laman
iNaturalist
dan
Ecologyasia
Menjabarkan bahwa kura-kura tokong adalah seorang herbivora atau pengonsumsi tanaman. Umumnya, makanan favorit hewan ini meliputi vegetasi air yang dapat dengan mudah ditemukan di daerah berair. Akan tetapi, sesekali mereka juga mengkonsumsi buah-buahan, terutama buah yang telah jatuh dari pepohonan. Hal tersebut tentunya cukup unik karena kebanyakan kura-kura air di Asia memiliki pola makan sebagai omnivora yang bisa menyantap baik materi hewani maupun nabati.
Benar-benar menyedihkan melihat spesies istimewa seperti penyu lekang mulai menghadapi ancaman kepunahan. Dari kelompok reptil ini, kita dapat mempelajari bahwa hilangnya suatu species bisa menjangkiti seluruh jenis hayati. Baik itu mamalia, ikan, burung, serangga, amphibian, atau bahkan reptil, semua memiliki potensi untuk ikut terkena dampak tersebut dan pada akhirnya lenyap dari permukaan Bumi. Oleh karena itu, sebagaimana makhluk rasional, kita wajib merawat keberadaan segala bentuk kehidupan lain di planet ini sehingga dunia tetap cantik dan dipenuhi oleh ragam kehidupan.





