5 Fakta Menarik tentang Kalajengking Kayu, Spesies Terpopuler di Meksiko

oleh -165 Dilihat
oleh

Centruroides vittatus
Atau kalajengking kulit kayu adalah salah satu jenis scorpio gurun yang memiliki ukuran kecil. Seperti kalajengking gurun lainnya, hewan ini mempunyai badan berwarna coklat yang berguna sebagai penyamaran di antara rumput kering, pasir, dan batu-batu. Selain itu, makhluk tersebut sering bertemu dengan manusia jadi lumayan familiar bagi banyak orang.

Menariknya, kalajengking ini merupakan jenis hewan yang suka bergaul dengan teman-temannya sendiri. Meskipun tinggal di padang pasir, ternyata kalajengking bertubuh keras seperti pohon itu juga ahli dalam hal merayap naik ke atas. Selain itu, masih banyak lagi kenyataan mengejutkan lain tentang mereka yang bakal kita telusuri satu per satu nanti. Jadi, bacalah penjelasan ini dengan cermat supaya bisa lebih dekat kenalan sama kelompok artropoda tersebut.

1. Sebarannya terfokus di Meksiko dan Amerika Serikat

Dilansir
GBIF,
Pencarian kalajengking kulit kayu cenderung fokus pada daerah Amerika Tengah dan Utara. Lebih rinci lagi, mereka dapat ditemukan secara eksklusif di Amerika Serikat dan Meksiko. Bahkan, jenis arthropoda ini merupakan salah satu dari beberapa spesies kalajengking yang cukup melimpah di Meksiko. Mengenai lingkungan hidupnya, kalajengking kulit kayu kebanyakan memilih tempat seperti lahan pertanian, hutan, padang gurun, area berkerikil, serta sabana untuk menetap. Di samping itu, tidak jarang kita menjumpai kalajengking kulit kayu juga ada di perkotaan, permukiman manusia, atau bahkan di dalam bangunan penduduk.

Baca Juga :  Dua Teknologi Keren dari Chery Tiggo 8 CSH Sebentar Lagi Rilis

2. Ukuran terpanjangnya hanya mencapai kira-kira 7 sentimeter.

Kalajengking kulit kayu adalah spesies ukuran menegah dengan panjang total kurang dari 7 sentimeter. Warna dasarnya umumnya mencakup campuran coklat, krim, serta kuning muda. Perpaduan warna itu membuat mereka ideal untuk bersembunyi, terutama pada batu-batu, area pasir, dan pohon mati. Bentuk tubuhnya memanjang, capit relatif kecil, kaki cukup panjang, dan sengat tak begitu besar. Yang unik lagi, kalajengking jenis ini dapat bersinar di kegelapan karena fitur bioluminescensinya.

3. Meliputi spesies yang setengah berpindak di pohon tersebut

Sekarang, scorpion dengan cangkang seperti kayu lebih banyak ditemukan di permukaan tanah, di dalam lobang, ataupun antara celah-celah bebatuan. Namun, fakta mengejutkan adalah bahwa mereka juga memiliki kebolehan untuk mendaki dengan sangat baik, loh. Demikian disebutkan pada sebuah artikel dari jurnal tersebut.
The American Midland Naturalist
Menjabarkan bahwa kalajengking kulit kayu adalah hewan semi-arboreal dengan keahlian memanjat yang tidak boleh dianggap remeh.

Terdaftar, dia dapat mendaki truk pohon, cabang-cabang pohon, batu-batu, hingga tembok rumah. Menariknya, biasanya adalah anggota yang lebih muda yang lebih sering diamati sedang melakukan pendakian. Ini sebenarnya wajar karena melalui aktivitas ini, mereka dapat dengan cepat menyembunyikan diri dari pemangsa serta mengejar mangsanya. Selain itu, sumber makanan primernya terdiri atas serangga dan organisme tak bertulang belakang kecil lainnya.

Baca Juga :  Syarat dan Langkah Mudah Menukar Poin Access by KAI untuk Dapatkan Tiket Kereta Anda

4. Berasal dari jenis makhluk sosial yang kerap bertatap muka satu sama lain

Biasanya, kalajengking adalah hewani yang hidup sendirian. Bahkan mereka cenderung bertarung dan mencoba mengelak dari kontak dengan jenisnya sendiri. Akan tetapi, ini tidak berlaku bagi kalajengking kulit kayu, sebab mereka termasuk dalam kelompok hewani sosial yang kerap bermusuhan bersama individu lain dari spesies yang sama.

Spesifiknya, artikel di jurnal
Journal of Insect Behavior
Menggambarkan bahwa aspek sosial hewan ini sangat nampak selama masa kawin. Pada saat itu, para jantan akan berlomba-lomba dan bersaing untuk mendapatkan perhatian pasangan mereka. Aktivitas seperti tarian, pengangkatan ekor, bahkan intimidasi satu sama lain sering kali dilakukan. Umumnya, perilaku semacam ini kurang umum di antara spesies lain yang cenderung mencari mitra betina sendirian tanpa melakukan persaingan langsung dengan jantan lain.

5. Sering kali memasuki rumah dan menggigit orang

Sebagaimana telah disebutkan, kalajengking dengan cangkang seperti kayu biasa merasuki rumah-rumah serta daerah permukiman manusia. Akibat ukuran badannya yang kecil, hewan ini dapat tersembunyi di segala penjuru, mulai dari retakan pada pintu, bagian bawah ranjang, hingga antara tumpukan kayu ataupun furnitur. Sebab itu pula, penduduk setempat yang tinggal di lingkungan alami si kalajengking senantiasa berhati-hati, termasuk ketika mereka sedang berada di dalam hunian mereka sendiri.

Baca Juga :  Inilah 5 Alasan Ilmiah Mengapa Kamu Tidak Sukai Film Horor

Laman
iNaturalist
Menjabarkan bahwa tiap tahun terdapat ribuan orang yang dikirik kalajengking. Kebanyakan kasus melilit anggota badan seperti kaki atau tangan. Racun dari jenis kalajengking ini bersifat neurotoksin. Beruntungnya, kekuatan racun tersebut tidak cukup mematikan bagi manusia. Pada umumnya, gigitan itu hanya menyebabkan beberapa efek samping ringan hingga sedang, misalnya bengkak serta nyeri yang bertahan selama 15 sampai 20 menit saja.

Kalajengking kulit kayu sebenarnya cukup kecil dengan panjang kurang dari 10 sentimeter. Namun, jangan remehkan hewan tersebut, karena ia memiliki karakteristik yang berbeda dibanding spesies lain; dia dapat mendaki, menyembunyikan diri, dan bahkan mengandalkan racun neurotoksin. Beruntungnya lagi, jenis kalajengking ini tidak ditemukan di Indonesia. Sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang serpihan atau kemunculannya di dalam rumah.

No More Posts Available.

No more pages to load.