Lamazi Prihatin Melihat Kondisi Ketiga Anak Ibu Siti Yang Menderita Cacat Semenjak Lahir

oleh -715 views

Baturaja OKU, Baturaja.com. Setelah mendapat informasi kalau ada tiga orang kakak beradik penderita cacat tetap sejak lahir, Kombes Pol. Drs. Lamazi, AS langsung mendatangi tempat kediaman mereka di desa Way Helling Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Provinsi Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Tiba di rumah ibu Siti Aysah, Lamazi sangat kaget dan terharu melihat kondisi kehidupan mereka. Siti Aysah adalah ibu kandung dari empat orang anak, yang ketiga anak kandungnya menderita cacat tetap sejak lahir. Ketiga anaknya bernama Mei Randa 25 th, Riki Tenaldo 19 th dan Roki Rostosan 13 th, sementara anak kedua ibu Siti bernama Kiki Dwiyanti (perempuan) dalam kondisi normal dan sudah bekeluarga. Ketiga anak laki-laki bu Siti memang sejak lahir sudah menderita cacat, sedangkan suaminya sebagai buruh tidak tetap sudah lama meninggalkan rumah, pergi entah kemana tak tahu rimbanya semenjak Roki berumur 4 tahun. Kini bu Siti harus banting tulang bekerja menjadi petani upahan di desanya untuk mencari nafkah menghidupi ketiga orang anaknya yang tergeletak di rumah tak berdaya. Ketiganya lemah secara fisik dan tak bisa keluar rumah sama sekali tanpa alat bantu (hanya Roki), bahkan salah satu anaknya bernama Riki sama sekali tidak bisa bergerak kemana-mana terbaring ditempat tidur khusus terlihat seperti anak kurang gizi hanya kulit dan tulang saja.

Prihatin atas penderitaan mereka, Spontan Lamazi memberikan bantuan jepada keluarga ibu Siti, sementara ini saja dulu yang bisa kami bantu kata Lamazi, nanti kita upayakan agar ada pihak terkait yang akan membantu secara berkesinambungan, karena memang itu merupakan tugas Pemerintah untuk memberikan bantuan agar rakyatnya bisa hidup layak dan selalu dalam keadaan sehat walfiat dalam lingkungannya. Di tempat dan waktu berbeda, awak media baturaja.com menemui Kades Wayhelling, mengkonfirmasi prihal warganya yang cacat tetap tersebut.

Erwandi selaku kades Wayhelling mengakui memang ada, dan selama ini sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 ketiga kakak beradik itu pernah menerima bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial kabupaten OKU, namun di tahun 2019 ini saya tidak mendengar lagi bantuan tersebut di berikan kepada mereka. Pernah saya tanyakan dengan dinas terkait, kata mereka bantuan tersebut adalah program pemerintah pusat. Biasanya bantuan itu di berikan pertiga bulan sekali, namun di tahun 2018 bantuan itu pernah di berikan sekaligus di akhir tahun, nah sejak itu tidak ada lagi bantuan ke mereka. Karena itu saya selaku kades akui Wandi akan segera menanyakan kembali ke pihak dinas sosial apakah masih ada bantuan untuk mereka atau karena itu adalah program pusat artinya menggunakan dana pusat memang sudah tidak ada lagi programnya atau sudah di ganti dengan bentuk lain. Ini salah satu tugas kami dan dalam beberapa hari ini saya akan ke kabupaten dan menanyakan permasalahan atas terhentinya bantuan tersebut. Kata Erwandi (Bta-Rm)