Baturaja Lawyer Club Bersama Ketua DPRD OKU Bahas Masalah BUMD

oleh -301 Dilihat

Baturaja – Mahasiswa Universitas Baturaja mengadakan diskusi bersama Badan Usaha Miik Daerah (BUMD). Diskusi tersebut membahas mengenai permasalahan di tubuh BUMD, Senin (27/6/2022).

Salah satu tamu undangan yang turut hadir memenuhi undangan dari salah satu Universitas ternama di Baturaja, yakni Universitas Baturaja (Unbara) dihadiri Ketua DPRD OKU Ir H Marjito Bachri dan juga tampak hadir dari dinas terkait Pemerintah Kabupaten OKU juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas lain diantaranya AKMI, STAI,  STIE dan Al Ma’arif.

Pada kesempatan itu, dalam sambutannya ketua DPRD OKU Ir H  Marjito Bachri menyampaikan kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam acara ini hendaklah bagaimana kita berdiskusi untuk membangun secara konstruktif terhadap BUMD yang ada di Kabupaten OKU. Selain itu, Marjito Bachri juga mengkritisi dari pihak PDAM yang menurut masyarakat adalah perusahaan yang paling jujur.

Dan hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pejabat pemerintah daerah (Pemda) OKU. Bahwa PDAM merupakan badan usaha milik daerah OKU, yang dapat menghasilkan PAD.

Baca Juga :  Ketua DPRD OKU Pimpin Rapat Perihal Penyampaian Pendapat Dari Fraksi

Pada diskusi tersebut Amat Junaedi selaku moderator acara dan mewakili unek-unek yang terpendam selama ini dari masing-masing mahasiswa untuk menyampaikan kepada Herlina Sari selaku perwakilan Dinas tenaga kerja (Disnaker) tentang sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan di Kota Baturaja tercinta ini.

“Benar saja jawaban dari perwakilan dinas tenaga kerja tersebut sangat mencengangkan seluruh mahasiswa dan tamu undangan yang hadir. Dalam penyampaiannya, salah satu penyebab sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan di Baturaja ini dikarenakan masalah pandemi covid 19 tahun lalu dan tidak adanya laporan mengenai lowongan pekerjaan dari dinas atau instansi terkait terhadap pihak dinas ketenagakerjaan apalagi dari pihak pemerintahan daerah, padahal menurut penjelasannya sudah diberitahukan dari pihak Disnaker kepada pihak pemerintahan daerah tetapi tidak ada tindak lanjut atau pun respon malah pihak perusahaan swasta yang lebih menjalankan mekanisme aturan yang telah ditetapkan contohnya City Mall Ramayana matahari dan lain-lain,” katanya.

Baca Juga :  DPRD OKU Hadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri ABIT DIKTUBA TNI AD TA 2022

Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah tidak merespon, kok kota Pemerintahan kalah dengan perusahaan swasta,” ucapnya singkat.

Sementara itu pada sesi pertanyaan selanjutnya yang menjadi tanda tanya besar bagi mahasiswa terhadap pihak PDAM yang ditanyakan langsung oleh Nopran Saputra salah satu perwakilan dari mahasiswa Universitas mahakarya Baturaja

Menurutnya dari hasil audiensi terhadap pihak PDAM mereka temukan pada setiap slip pembayaran terdapat biaya perawatan sebesar 15.000 Rupiah setiap bulannya dan itu pun wajib dibayar oleh setiap pelanggan PDAM menurut hasil survei terdapat 18.000 pengguna dan 130 meteran PDAM yang rusak karena usianya yang sudah tua dan usang.

“Dari setiap 15.000 X 18.000 pengguna totalnya 270 juta dan jika dikali 12 bulan menjadi 3 miliar 240 juta dan itu di setiap tahunnya,” katanya.

Pertanyaannya, dikatakannua, yaitu kemana perginya uang 3 miliar 240 juta tersebut, sedangkan terdapat 130 meteran pam yang tidak mengalami perawatan.

Baca Juga :  Tim Sahabat Kang Jito Berikan Bantuan Korban Kebakaran

Sementara menyikapi hal itu, pihak PDAM belum bisa menjawab ke mana perginya uang tersebut. “Kami belum bisa menjelaskan mengenai keuangan, dikarenakan Direktur PDAM keluar kota dalam rangka dinas luar. Kami mohon maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir karena Direktur kami sedang dinas di luar kota dalam rangka menjalin kerjasama terhadap pihak PDAM Bandung untuk tujuan membenahi PDAM yang ada di Baturaja agar dapat difungsikan secara efektif dengan meniru kinerja dari PDAM Bandung dikarenakan di sana adalah salah satu perusahaan air minum yang terhebat di Indonesia,” kata salah seorang petugas PDAM OKU yang mewakili Direktur.

Ditempat terpisah, salah satu peserta yang tidak ingin disebutkan namanya menyayangkan acara ngopi bareng tersebut. Ini acara yang berjudul Ngopi Bareng BUMD tapi tidak ada kopi yang disuguhkan,” ucapnya. (MUSLIM.AS)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.